Written by St.Yohanes Maria Vianney at Friday, 20 October 2006 (177 hits)
Katekese tentang Santa Perawan Maria oleh: St. Yohanes Maria Vianney
BAPA bersukacita memandang hati Santa Perawan Maria Tersuci, sebagai karya tangan-NYA yang paling agung; sama seperti kita selalu senang akan karya kita sendiri, terlebih apabila hasilnya sungguh baik. PUTRA bersukacita atas hati Bunda-NYA, sumber dari mana IA mendapatkan Darah-NYA yang telah menebus kita. ROH KUDUA bersukacita atas Bait-NYA. Para nabi mewartakan kemuliaan Maria sebelum kelahirannya; mereka memperbandingkannya dengan matahari. Sungguh, kehadiran Santa Perawan dapat diperbandingkan dengan seberkas sinar matahari yang cemerlang di pagi yang berkabut.
Write Comment (0 Comments) |
|
Last Updated ( Tuesday, 24 October 2006 )
|
|
Read more...
|
|
Written by William D Black at Friday, 20 October 2006 (161 hits) 7 Sengsara Membentuk Orang Percaya -Kesengsaraan Menguji Identitas Kita Sebagai Orang Percaya - Kesengsaraan menguji identitas kita. Dalam perumpamaan penabur (Matius 13:1-23), Yesus menjelaskan beberapa situasi. Benih yang jatuh di tanah berbatu tidak memiliki cukup tanah subur. Ia segera bertunas karena tempat tersebut memiliki tanah yang tipis saja. Namun ketika matahari bersinar, tumbuhan itu segera kering, menjadi layu karena tidak mempunyai akar.
Write Comment (0 Comments) |
|
Last Updated ( Tuesday, 24 October 2006 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Rm. I Sumarya, S.J at Friday, 20 October 2006 (166 hits)
Janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh( Ef1:11-14 ; Luk12:1-7) “Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” ( Luk12:1-7), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. Write Comment (0 Comments) |
|
Last Updated ( Tuesday, 24 October 2006 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Rm.I. Sumarya, S.J at Wednesday, 11 October 2006 (158 hits) “Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya."
(Gal3:1-5 ; Luk11:5-13)
“Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."([Luk 11:5-13]), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Write Comment (1 Comments) |
|
Last Updated ( Tuesday, 24 October 2006 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Rm.I. Sumarya, S.J at Friday, 06 October 2006 (170 hits)
Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit(Ayb19:21-27 ; Luk10:1-12) “Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.” (Luk10:1-9), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. Write Comment (0 Comments) |
|
Last Updated ( Thursday, 05 October 2006 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Rm.I. Sumarya, S.J at Thursday, 05 October 2006 (158 hits)
Minggu Biasa XXVb: Keb2:1217-20 ; Yak3:16-4:3 ; Mrk9:30-37
"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."Write Comment (0 Comments) |
|
Read more...
|
|
Written by Rm. Gregorius Kaha, SVD at Tuesday, 03 October 2006 (211 hits)
Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, walau hanya sepatah kata, meminta pendapat-Ku atau bersyukur kepada-Ku atas suatu hal indah yang terjadi dalam hidupmu kemarin. Tetapi, Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk bekerja. Aku kembali menanti. Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-Ku; tetapi engkau terlalu sibuk.Write Comment (0 Comments) |
|
Last Updated ( Tuesday, 03 October 2006 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Rm. Gregorius Kaha, SVD at Tuesday, 03 October 2006 (201 hits)
“Tuhan, Kepada Siapakah Kami Akan Pergi?” Rm. Gregorius Kaha, SVD
Kata-kata ini diucapkan Petrus mewakili murid-murid yang ditantang oleh Yesus untuk menentukan sikap yang tepat terhadap Diri-Nya.Latar belakang kisah kurang lebih seperti ini: ketika Yesus mengakhiri pengajaran-Nya tentang Roti Kehidupan, “Akulah Roti Hidup yang turun dari surga, barangsiapa makan tubuh-Ku tidak akan lapar lagi dan barangsiapa minum darah-Ku, dia tidak akan haus lagi” terjadi goncangan besar dalam diri orang-orang yang mengikuti Dia. Injil memberi kesaksian bahwa pertama, banyak orang meninggalkan Dia. Alasannya jelas, yakni kata-kata Yesus tadi terlalu keras, pengajaran itu tidak masuk akal dan tidak bisa diterima logika. Yang kedua, ternyata masih ada orang yang berdiri di hadapan Yesus. Artinya masih ada yang setia.
Write Comment (0 Comments) |
|
Last Updated ( Wednesday, 04 October 2006 )
|
|
Read more...
|
|
|