Main Menu
Home
About DOJCC
Jadwal Rutin DOJ Bali
DOJ Bali News
International DOJ News
Youth DOJ Bali
Daily Word
Photo Gallery
Photo on Multiply
DOJ Video
Guest Book
Visit DOJ International
100 Photo Comments
Calendar Events
Contact Us
Shout It!


You must login/register to shout!
Get your account here!
Upcoming Events
There are no upcoming events!
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
Who's Online
Hits Counter
Visitors: 187894
Mau yang Terbesar? PDF Print E-mail
Written by Rm. Gregorius Kaha, SVD at Tuesday, 03 October 2006 (187 hits)

Mau  yang Terbesar?


<Ukuran Dunia atau Ukuran Allah>

Rm.  Gregorius Kaha, SVD



Kehidupan ini  akan selalu berubah, karena hakekatnya hidup adalah  perubahan. Diri kita terus berubah; sejak awal kelahiran hingga  kematian menjemput memang selalu ada proses perubahan dalam diri kita. Maka kita  adalah bagian dari perubahan; kita tidak bisa menolak perubahan, setuju atau  tidak, perubahan itu akan selalu terjadi dalam kehidupan  kita.


Dalam konteks  itu, kitab Kebijaksanaan menggambarkan sebuah realita yang sangat  menarik dalam  kehidupan yakni bahwa “yang jujur-yang setia” dari  Allah selalu ditantang, digugat atau ditolak oleh orang yang  jahat. Maksud penolakan sering dirumuskan dengan bahasa agar iman  orang-orang jujur diuji, lagi pula agar orang-orang fasik dapat melihat apa  betul Allah itu ada dipihak orang jujur dan setia. Apa pun alasan penolakan itu,  satu hal jelas bahwa kehadiran orang-orang jujur dan setia, merupakan gangguan  bagi orang-orang jahat. Memang orang baik dan orang jahat adalah bagian tak  terpisahkan dari proses kehidupan.


Dalam konteks  yang sedikit lebih luas, Markus Penginjil melukiskan keberadaan Yesus sebagai  Mesias. Yesus berbicara tentang identitas Mesias, yakni sebelum bangkit jaya Ia  harus menderita disalibkan. Tetapi murid-murid-Nya tidak mengerti. Bahkan mereka  cenderung berpikir tentang Mesias dengan kuasa-kuasa duniawi. Akibatnya mereka  mengalami kesulitan dalam komunitas hidup bersama, “di tengah jalan mereka  bertengkar, siapa yang terbesar di antara mereka.” Pertengkaran di tengah jalan adalah simbol ambisi, nafsu  serakah dan persaingan tak sehat. Kesalahpahaman di antara para  murid ternyata karena ukuran tentang “yang terbesar” dilihat dari sisi duniawi. 


Maka di sini  sebenarnya Kitab Suci memperingatkan bahwa ada dua  ukuran yang berbeda: “terbaik menurut ukuran dunia” dan “terbaik menurut ukuran  Allah”. Terbaik menurut ukuran DUNIA berbeda dengan yang terbaik  menurut ukuran ALLAH. Menurut ukuran dunia, orang menjadi pertama dan terbesar  apabila lebih di atas yang lain, mengalahkan yang lain, bermegah lebih dari yang  lain dan ini semua berdasarkan kekuatan sendiri; sedangkan menurut ukuran Allah,  orang menjadi terbesar melalui mengasihi yang lain, melayani dan menolong yang  lain, menjadi pelayan atau hamba bagi yang lain; sikap ini membutuhkan  kerendahan hati dan pengorbanan.


ANDA BOLEH  MEMILIH: “Menurut dunia atau ...?


Semua orang  ingin hidup bahagia, ingin memperoleh yang terbaik dalam hidup. Setiap orang  punya kerinduan untuk hidup bahagia dan tenang. Persoalannya, ukuran mana yang  kita anut? Kita sering dengar orang mengatakan bahagia kalau tinggal di rumah  yang besar, mewah dengan banyak fasilitas, tetapi kadang suami-isteri tidak  pernah bicara; apa itu bahagia? Lain katakan bahagia itu kalau suami  kerja-isteri kerja, sama-sama dapat duit, tetapi kadang suasana sibuk membuat  relasi lemah - komunikasi berantakan; apa itu yang disebut bahagia? Salah satu  ukuran bahagia dalam Kitab Suci kalau ada suasana yang baik dalam hidup atau  dalam bahasa Kitab Suci disebut suasana cinta kasih. Gagasan ini sejalan dengan  pesan Rasul Yakobus dalam bacaan II tadi yakni supaya setiap orang percaya  membangun dalam dirinya gaya hidup yang benar yakni gaya hidup berhikmat yang  datang dari atas.


“Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-pertama  murni, selanjutnya suka damai, lembut, penurut, penuh  belaskasih....”


Karena akar  dari semua sengketa adalah iri hati dan mementingkan diri sendiri. Semoga kita  terus menerus hidup dalam semangat Yesus.

 

(sumber : http://www.indocell.net/yesaya/id1052.htm ) 

Comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment 2.0 ( + SecureBot )

Last Updated ( Tuesday, 03 October 2006 )
 
< Prev   Next >