Written by Rm. I Sumarya, S.J at Friday, 20 October 2006 (187 hits)
Janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh( Ef1:11-14 ; Luk12:1-7) “Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” ( Luk12:1-7), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
Kasus pembunuhan aktivis HAM Munir kembali mencuat setelah ada keputusan MA bahwa Pollicarpus dinyatakan tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Konon sebenarnya ‘siapa yang menjadi otak pembunuhan’ atau tersangka utama sudah diketahui oleh pihak yang berwajib dan terkait, namun para pejabat penegak keadilan di negeri ini ‘takut’ membuka tabir kasus ini, karena ada kemungkinan diri mereka menjadi korban pembunuhan berikutnya oleh ‘preman-preman’, utusan tersangka utama yang arogan. Maka bercermin bacaan Injil atau sabda Yesus hari ini saya mengajak dan memperingatkan para penegak hukum dan pejuang keadilan agar tak kenal lelah, maju terus memperjuangkan kebenaran dan hendaknya “janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi”. Mungkin perjuangan dan pengorbanan anda saat ini belum berhasil, biarlah anak cucu atau generasi berikutnya meneruskan sampai tuntas. Percayalah bahwa kebenaran pasti akan menang atas kebohongan dan keserakahan. Kepada kita semua sebagai orang beriman dan lebih-lebih para murid dan pengikut Yesus Kristus marilah menjadi ‘saksi-saksi atau teladan-teladan kebenaran, kejujuran atau berbudi pekerti luhur, agar ketika harus berhadapan dengan kebohongan dan keserakahan , kita dengan segala kerendahan hati dan kelemah-lembutan berani memberantas dan melawannya. Kami yakin bahwa orang-orang baik lebih banyak daripada orang jahat atau jelek, yang berkendak baik lebih banyak daripada yang berkehendak jahat, maka marilah kita sinerjikan kehendak baik kita menjadi tindakan nyata untuk membuka ‘tabir’ kebohongan yang coba-coba ditutupi oleh sementara orang yang bermental seperti orang Farisi atau ahli-ahli Taurat alias nabi-nabi palsu.
“Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya” (Ef1:14) Dengan telah menerima sakramen-sakramen inisiasi (baptis, krisma dan komuni kudus) kita juga menerima anugerah Roh Kudus yang memungkinkan atau memudahkan kita untuk semakin dekat dengan Allah, menjadi milik Allah, atau anak-anak Allah: orang-orang yang menjadi pelaksana kehendak Allah dalam hidup sehari-hari. Dari kutipan di atas ini kiranya juga juga diingatkan untuk mawas diri: sejauh mana hidup dan cara bertindak kita dijiwai oleh kharisma atau spiritualitas (visi) organisasi atau panggilan kita masing-masing. Sebagai orang Kristen semakin dekat dengan Yesus Kristus sehingga layak disebut orang Kristen/katolik, sebagai rohaniwan atau rohaniwati semakin hidup oleh dan dari Roh Kudus sehingga cara bertindak menunjukkan bahwa yang bersangkutan sungguh digerakkan oleh Roh kemana Ia mau dan menghendaki (atau kemudian orang yang bersangkutan memiliki kecerdasan spiritual), sebagai pengikut Ignatius semakin Ignatian, Fransiskus semakin Fransiskan, Dominikus semakin Dominikan dst.. dan sebagai sahabat-sahabat Yesus semakin Yesuit. Maka, sekali lagi saya kutipkan, jika kita sungguh menjadi milik Allah berarti hidup oleh Roh dan menghasilkan buah-buah Roh yaitu: “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Gal5:22-23). Rasanya keutamaan-keutamaan ini juga menjadi buah-buah dari orang yang rajin ‘memuliakan Allah’ alias ‘berdoa’.
“Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.” (Mzm33:4-5)
Jakarta, 20 Oktober 2006 Tgl 19Oct2006 oleh Rm.I. Sumarya, S.J Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment 2.0 ( + SecureBot ) |