Main Menu
Home
About DOJCC
Jadwal Rutin DOJ Bali
DOJ Bali News
International DOJ News
Youth DOJ Bali
Daily Word
Photo Gallery
Photo on Multiply
DOJ Video
Guest Book
Visit DOJ International
100 Photo Comments
Calendar Events
Contact Us
Document
File Icon Fresh Juice Des 2009 (378)
Shout It!


You must login/register to shout!
Get your account here!
Upcoming Events
There are no upcoming events!
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
Who's Online
We have 22 guests online
Hits Counter
Visitors: 373077
Photo Gallery

Mrs. Bambang (New Underway)
 

agatha_12.JPG
 

REKREK_061.JPG
 

JOHN_16.JPG
 

Fun Game 2
Home arrow Daily Word arrow Refleksi tentang realitas hidup !
Refleksi tentang realitas hidup ! PDF Print E-mail
Written by Joseph neonbasu at Friday, 27 October 2006 (593 hits)
Dear temans dalam Jesus, marilah kita merefleksikan tentang realitas hidup kita.
Johanes pada dasarnya sangat membenci kucing. Kebenciannya bertambah meluap karena istrinya memelihara seekor kucing yang sangat disayanginya.  Ia menganggap bahwa  istrinya lebih menyayangi si kucing dari pada dirinya.
Suatu hari ia memutuskan untuk membuang si kucing tersebut secara diam-diam. Ketika istrinya sedang mandi, ia pamitan sebentar dan dibawanya si kucing. Setelah Johanes bermobil sekitar 10 km dari rumah, ia pun membuang kucing tersebut. Anehnya setelah ia sampai dirumah, si kucing itu sudah ada. Johanes heran campur marah. Sore harinya ia pergi lagi. Kali ini si kucing dibuangnya lebih jauh, dengan satu pemikiran bahwa si kucing akan nyasar kembali. Namun demikian sesampainya dirumah, si kucing tersebut lebih duluan sampe. Besoknya ia berusaha membuang kucing istrinya lebih jauh lagi, lebih jauh lagi, tapi tetap saja sikucing kembali kerumah mendahului dirinya. Suatu hari ia tidak saja membuangnya lebih jauh, tapi dibawanya putar2 dahulu. Johanes belok kanan, belok kiri, belok kanan, belok kiri, belok kanan lagi, berputar-putar lalu belok lagi ke kanan..ke kiri...sebelum membuangnya dan akhirnya ia membuang kucing yang dibawanya itu. Beberapa jam kemudian ia menelpon istrinya."Maria, (nama si istri) apakah kucingmu ada dirumah?" tanya Johanes." Mengapa? Kok tiba-tiba nanya simanis segala," jawab istrinya agak heran. 'Ggak mau nanya aja," ...aku mau tanya arah pulang, aku nyasar kembali....hilang arah!" jawab Johanes.
Temans, Pada dasarnya kita diciptakan oleh Tuhan seturut gambaran dan rupa Allah sendiri. Kita semua adalah satu dan sama namun berbeda dalam pembawaan diri kita masing-masing. Dalam citra kemanusiaan kita, kita mempunya hak dan kewajiban yang sama. Semuan orang mempnyai suatu hak  hakiki dan sama yakni: hak hidup dan bebas untuk mengekspresikan diri. Namun demikian kita dihadapkan dengan berbagai hal dalam hidup kita. Misalkan: keluarga, kerja, teman2, urusan keagamaan, dan lain-lain. Ini menuntuk kita untuk terlibat dan pandai membagikan keahlian kita yang merata kepada semuanya itu.
Kemampuan untuk mengekspresikan diri kita inilah yang membuat kita berbeda dengan orang lain. Di sinilah kita mulai dipaksa untuk menggunakan akal kita dan perasaan. Kadangkala kita berjuang untuk belajar dan membenahi diri dengan semua informasi yang baik. Namun demikian ada banyak hal yang membuat kita harus marah, cemburu, jengkel dan ada saja hal-hal yang muncul saat itu. Kita mulai menyalahkan diri sendiri ataupun menyalahkan orang lain. Lebih buruk lagi ada orang yang mencoba bunuh diri dan melakukan bunuh diri. Namun demikian ada orang yang sampai berusaha memutuskan hubungan dengan orang lain. Ada pula kejadian yang terjadi bahwa ada orang yang mau menhabisi hidup orang lain(memusnahkan nasib orang lain).
Semua kejadian ini sebenarnya muncul dari kalalaian kita untuk berkomunikasi dengan diri dan orang lain dalam relasi kita dengan Tuhan.  Aku mau katakan bahwa yang paling pertama dan terpenting adalah kembali kedalam diri kita. Berani untuk bertanya kepada diri sendiri dengan suatu pikiran yang pisitive. Sekali lagi semuanya itu sangat sederhana namun kita tidak mendengarkan suara batin kita. Ini aku katakan karena setelah bertahun-tahun berada dalam biara, aku merasakan bahwa bila ada persoalan aku harus bererefleksi dan bertanya pada diri sendiri dan itu memang penting. Karena paling gampang dan cepat aku menghakimi orang lain tanpa melihat kedalam diriku.Seringkali kita membolak-balikkan pertanyaan ini; "Mengapa semuanya ini terjadi pada ku dan mengapa aku merasakan seperti ini," dengan pertanyaan,  "Menyapa dia melakukan ini terhadap ku atau mengapa dia menyakiti hatiku? Kita mulai menggunakan kata "DIA," yang sebenarnya tidak boleh. Karena itu kita merasakan sakit di hati.
Kita merasakan sakit karena kita membiarkan diri kita dan perasaan kita sakit. Sorang suster dalam satu healing seminar di Canberra, mengatakan bahwa semua perasaan sakit itu hanyalah perasaan kita dan juga karena kita membiarkan perasaan itu sakit. Kita sering mengatakan otak pusing, namun sebenarnya perasaan kita yang sakit. Dan karena itu kita mulai mengambil jalan pintas seperti yang telah aku katakan di atas. Kembali melihat dan merenungkan ceritera di atas tentang Johanes dan kucing.
Hal-hal yang aku  atau mungkin bagi kita semua lakukan pada waktu itu adalah: seperti yagn sudah aku katakan di atas, kembali kedalam diri kita. Merefleksikan diri dan kejadian yang terjadi itu. Dengan bantuan Jesus masuklah dalam-dalam mencari akar persoalan itu. Setelah itu beranikan diri untuk bertanya pada diri sendiri di hadapan Jesus, tanyakan Jesus apa yagn sebenarnya terjadi. Langkah yagn berikut adalah mampu merubah pikiran karena dengan pikiran anda akn dengan muda mempengaruhi perasaan. Hanya aku sendirilah yang mampu merubah diriku sendiri dan bukanya orang lain. Demikain juga aku tidak bisa merubah orang lain karena yang bermasalah adalah aku sendiri dan diriku sendiri. Bukanya memaksa orang lain untuk bisa berubah. Seperti ceritra tadi Johanes berusaha membuang si kucing namun saja kembali tanpa ada suatu perubahan pada si kucung itu.
Temans ybk, ini adalah refleksi ku (pesonal reflection) ketika kami harus membuat refleksi final untuk formation tahun ini. Di bagian "human development, " aku menekankan satu perubahan batin (a change of heart). Aku harus mampu berubah dan bukanya berusaha merubah orang lain.
OK temans, ini saja yang mau aku katakan pada kesempatan ini. Kiranya refleksi ku ini bermanfaat bagi kita semuanya. Salam dan doa dari ku di Melbourne buat mu semua saudara dan saudari ku di DOJCC-Bali. DOJCC-Bali is the best.
Joseph.

Comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment 2.0 ( + SecureBot )

Last Updated ( Sunday, 29 October 2006 )
 
< Prev   Next >