Written by Yovie at Sunday, 29 October 2006 (504 hits)
Telah berpulang  ke rumah Bapa di surga
Yustinus Serawero (kakak kandung dari Lusi - DOJ Bali) 21 Okt 2006 telah dikubur di Penguburan Mumbul Senin, 23 Okt 2006 dan Opa dari Agatha DOJ Bali di Ujung Pandang 26 Okt 2006 Semoga arwah mereka di terima disisi BAPA di Surga
Teriring doa, Keluarga Besar DOJ Bali DOJ Bali Click "Read More" untuk melihat photo penguburan Bp. Yustinus dan surat dari Agatha mengenai Opanya
Dear my brother & sister in Christ, tiada kata yang bisa kuucapkan selain berlimpah terima kasih atas dukungan doa, penghiburan dan kekuatan yang diberikan. Opa-ku (Liauw Seng Kiem), atau biasa kupanggil AKONG (dalam bahasa Mandarin berarti kakek), saat menutup mata, berusia 85 tahun. meninggalkan 9 anak, 14 cucu, dan 5 cicit. Saya dekat dengan beliau, karena semasa sekolah, sempat tinggal bersama beliau selama 8 tahun. Setelah kerja, kami tinggal terpisah, karena saya memutuskan kerja di Bali, dan beliau di Jakarta (sampai akhir hayatnya). Semenjak 2 tahun terakhir, beliau terserang tumor lidah, yang membuatnya sulit untuk berbicara. Beberapa bulan terakhir, kondisi beliau makin kritis, yang memaksa beliau harus memakai CVP (infus set yang terpasang langsung ke vena jantung) + selang yang terhubung langsung ke saluran pencernaan untuk memudahkan penyaluran makanan/minuman. Satu hal yang kukagumi dari beliau, walau dalam keadaan sakit, tak pernah meninggalkan kehidupan doanya. Selalu menyempatkan diri untuk mengucapkan doa syukur kepada Tuhan. Disaat rasa sakit dan panas menyerang akibat proses kemoterapi yang dijalani, beliau tak lupa membuat tanda salib di dahi, memohon kekuatan dari Tuhan. Bahkan beliau selalu menasehati kami anak dan cucunya, untuk selalu berpasrah pada Tuhan. Kami sekeluarga sudah memasrahkan kepada Tuhan, agar kehendak Tuhan saja yang terjadi. Namun perpisahan tetap terasa menyakitkan. Figur kakek/bapa yang kami sayangi selama ini telah kembali ke sang pencipta. Kini dalam keheningan dan kesedihan, aku sungguh bersyukur bahwa aku punya sahabat yang selalu mendukung dalam perjalanan imanku. Saat hati menangis pedih, ada sahabat yang mengingatkan bahwa opa telah berbahagia di surga. Terima kasih sahabatku, untuk untaian doa yang terucap, untuk penghiburan yang tercurah. Aku yakin doa-doa kalian telah menghantar opa ke pangkuan Bapa. Hanya Tuhan yang bisa membalas budi baik ini. Salam Agatha Apriliani Liauwinardy  

Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment 2.0 ( + SecureBot ) |