Main Menu
Home
About DOJCC
Jadwal Rutin DOJ Bali
DOJ Bali News
International DOJ News
Youth DOJ Bali
Daily Word
Photo Gallery
Photo on Multiply
DOJ Video
Guest Book
Visit DOJ International
100 Photo Comments
Calendar Events
Contact Us
Shout It!


You must login/register to shout!
Get your account here!
Upcoming Events
There are no upcoming events!
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
Who's Online
We have 1 guest online
Hits Counter
Visitors: 151967
Home
Telah berpulang ke rumah Bapa PDF Print E-mail
Written by Yovie at Sunday, 29 October 2006 (505 hits)

Telah berpulang Image
ke rumah Bapa di surga

Yustinus Serawero (kakak kandung dari Lusi - DOJ Bali)
21 Okt 2006 telah dikubur di Penguburan Mumbul Senin, 23 Okt 2006

 

dan Opa dari Agatha DOJ Bali
di Ujung Pandang 26 Okt 2006


Semoga arwah mereka di terima disisi BAPA di Surga

Teriring doa,
Keluarga Besar DOJ Bali
DOJ Bali

 

Click "Read More" untuk melihat photo penguburan
Bp. Yustinus dan surat dari Agatha mengenai Opanya


Dear my brother & sister in Christ,
tiada kata yang bisa kuucapkan selain berlimpah terima kasih  atas dukungan doa, penghiburan dan kekuatan yang diberikan.
Opa-ku (Liauw Seng Kiem), atau biasa kupanggil AKONG (dalam bahasa Mandarin berarti kakek), saat menutup mata, berusia 85 tahun. meninggalkan 9 anak, 14 cucu, dan 5 cicit.
Saya dekat dengan beliau, karena semasa sekolah, sempat tinggal bersama beliau selama 8 tahun.
Setelah kerja, kami tinggal terpisah, karena saya memutuskan kerja di Bali, dan beliau
di Jakarta (sampai akhir hayatnya).
Semenjak 2 tahun terakhir, beliau terserang tumor  lidah, yang membuatnya sulit untuk berbicara. Beberapa
bulan terakhir, kondisi beliau makin kritis, yang memaksa beliau harus memakai CVP
(infus set yang terpasang langsung ke vena jantung) + selang yang terhubung langsung ke saluran pencernaan untuk memudahkan penyaluran makanan/minuman.
Satu hal yang kukagumi dari beliau, walau dalam keadaan sakit, tak pernah meninggalkan kehidupan
doanya. Selalu menyempatkan diri untuk mengucapkan doa   syukur kepada Tuhan. Disaat rasa sakit dan panas
menyerang akibat proses kemoterapi yang dijalani, beliau tak lupa membuat tanda salib di dahi,
 memohon kekuatan dari Tuhan. Bahkan beliau selalu menasehati kami anak dan cucunya,
untuk selalu berpasrah pada Tuhan.
Kami sekeluarga sudah memasrahkan kepada Tuhan, agar kehendak Tuhan saja yang terjadi. Namun perpisahan
tetap terasa menyakitkan. Figur kakek/bapa yang kami sayangi selama ini telah kembali ke sang pencipta.
Kini dalam keheningan dan kesedihan, aku sungguh bersyukur bahwa aku punya sahabat yang selalu
mendukung dalam perjalanan imanku. Saat hati menangis pedih, ada sahabat yang mengingatkan
bahwa opa telah berbahagia di surga.
Terima kasih sahabatku, untuk untaian doa yang terucap, untuk penghiburan yang tercurah. Aku yakin doa-doa
kalian telah menghantar opa ke pangkuan Bapa.
Hanya Tuhan yang bisa membalas budi baik ini.
Salam
Agatha Apriliani Liauwinardy   
 
 ImageImage
Image

 





















 

Comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment 2.0 ( + SecureBot )

Last Updated ( Sunday, 29 October 2006 )
 
< Prev   Next >