Main Menu
Home
About DOJCC
Jadwal Rutin DOJ Bali
DOJ Bali News
International DOJ News
Youth DOJ Bali
Daily Word
Photo Gallery
Photo on Multiply
DOJ Video
Guest Book
Visit DOJ International
100 Photo Comments
Calendar Events
Contact Us
Shout It!


You must login/register to shout!
Get your account here!
Upcoming Events
There are no upcoming events!
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
Who's Online
Hits Counter
Visitors: 131160
Photo Gallery

REKREK_009.JPG
 

REKREASI_43.JPG
 

2nd_DOJ_Birthday_02.JPG
 

Mrs. Bambang (New Underway)
 

APSE 2003
Home arrow Daily Word arrow Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya
Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya PDF Print E-mail
Written by Rm.I. Sumarya S.J at Friday, 15 December 2006 (340 hits)
(Yes48:17-19 ; Mat11:16-19)

“Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat11:16-19)
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

“Asal ngomong/bicara atau sebaliknya diam seribu bahasa alias ‘ndableg’ atau ‘ngambeg’” itulah yang sering terjadi dalam atau dihayati oleh sementara orang. Ada orang tinggal di rumah dikomentari sebagai penganggur padahal yang bersangkutan bekerja keras di kamarnya dan ketika yang bersangkutan banyak bepergian atau keluar dari rumah dikomentari tidak kerasan padahal ia memang harus melayani mereka yang sungguh membutuhkan, dst.,. Komentar-komentar murahan atau basa-basi macam itu sering terjadi, ada yang bersifat sekedar omong tetapi juga yang sungguh-sungguh. Maka jika kita kebetulan menjadi obyek komentar murahan atau harus menghadapi mereka yang ‘ndableg’ atau ‘ngambeg’, baiklah kita setia berpegang pada sabda Yesus bahwa ‘hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya’, artinya tidak goyah dan tidak gentar melainkan tetap setia menghayati panggilan atau melaksanakan tugas perutusan kita. Biarkanlah komentar atau sikap tersebut menjadi sarana untuk membina dan mendewasakan kepribadian dan iman kita; ingatlah bahwa kita akan tumbuh dan berkembang sebagai pribadi beriman karena dan dalam tantangan-tantangan. Sebaliknya kepada mereka yang sering berkomentar murahan atau ‘ndableg’ dan ‘ngambeg’ kami ajak untuk memperbaiki atau memperbahaui diri, karena sikap tersebut hemat saya akan membuat orang menjadi kurang bermutu atau ‘murahan’. Marilah membuka diri terhadap ajakan-ajakan atau cara bertindak yang baik serta tanpa malu atau merasa direndahkan diri dimana perlu kita mengikuti ajakan atau cara bertindak yang baik tersebut. Jika memang ada yang kurang atau tidak jelas dan membuat kita menjadi ‘ndableg’ atau ‘ngambeg’ baiklah kita dengan rendah hati bertanya kepada yang bersangkutan sebagaimana dinasihatkan oleh St.Ignatius Loyola : “Orang kristiani yang baik tentu lebih bersedia membenarkan pernyataan sesamanya daripada mempersalah-kannya. Jika tak dapat dimengerti, yang menyatakan hendaknya ditanya apakah yang dimaksudkan, dan jika dia salah hendaklah dibetulkan dengan cintakasih dan jika itu belum cukup hendaklah digunakan segala upaya yang sesuai, supaya sampai pada pemahaman yang benar, dan dengan demikian dijauhkan dari kesalahan” (Ign.Loyola: LR no 22)

"Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku." (Yes48:17-19). Kutipan ini mengajak kita semua untuk ‘memperhatikan perintah-perintah Tuhan’ artinya memahami dan menghayati atau melaksanakan perintah Tuhan. Perintah Tuhan antara lain dapat kita baca dan renungkan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci, Ajaran-Ajaran Gereja, Hukum Gereja, Konstitusi-konstistusi, visi-misi hidup bersama dst.. . Apa yang tertulis didalam dokumen-dokumen, yang ditulis dengan dan dalam ilhami Roh Kudus tersebut “bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2Tim3:16) , sehingga yang menghayati atau melaksanakannya akan memperoleh damai sejahtera, namanya tercacat di hadapan Tuhan. Maka baiklah pada masa Advent ini tulisan-tulisan tersebut kita jadikan bahan permenungan atau refleksi kita, mungkin dengan membuat analiasa SWOT atau KEKEPAN (KEkuatan, KElemahan, Peluang, ANcaman) atas diri kita masing-masing berkenaan dengan aneka tatanan dan aturan yang terkait pada hidup dan panggilan kita. Jika kita temukan peluang-peluang maupun ancaman-ancaman untuk tumbub berkembang dalam hal kepribadian dan hidup berimaan, marilah kita manfaatkan dan hadapi dengan rahmat dan bantuan Tuhan.. Jangan biarkan atau hindari baik peluang atau ancaman, yang menjadi kesempatan bagi kita tumbuh berkembang sebagai pribadi beriman.

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” (Mzm1:1-2)

Jakarta, 15 Desember 2006
Tgl 14Dec2006 oleh Rm.I. Sumarya, S.J

Comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment 2.0 ( + SecureBot )

 
Next >